Kamis, 05 Januari 2012

ANALISIS DATA KUALITATIF

 Analisis data terdiri dari beberapa komponen, tetapi proses analisis data secara keseluruhan melibatkan usaha memaknai data yang berupa teks atau gambar. Maka peneliti perlu mempersiapkan data tersebut untuk dianalisis, melakukan analisis data yang berbeda, mendalami pemahaman data tersebut, menyajikan data dan membuat interpretasi makna yang lebih luas akan data tersebut.
A.      Pengertian Analisis Data Kualitatif
            Analisis data adalah suatu proses pengklasifikasian, pengkategorian, penyusunan, dan elaborasi, sehingga data yang telah terkumpul dapat diberikan makna untuk menjawab masalah penelitian yang telah dirumuskan atau untuk mencapai tujuan penelitian. Menurut Cresswell (2007) :
  1. Analisis data kualitatif melibatkan proses pengumpulan data, interpretasi,dan pelaporan hasil serentak dan bersama-sama.
  2. Analisis data melibatkan pengumpulan data yang terbuka, yang didasarkan pada pertanyaan – pertanyaan umum dan analisis informasi dari partisipan.
            Analisis data kualitatif adalah sebuah proses induktif dari  pengorganisasian data menjadi kategori-kategori dan mengidentifikasi pola-pola dan hubungan di antara kategori-kategori. (McMillan&Schumacher, 2010: 367).  Analisis induktif adalah proses melalui yang mana peneliti-peneliti kualitatif memadukan dan membuat arti dari data, memulai dengan data yang spesifik, dan mengakhiri dengan kategori-kategori dan pola-pola. Proses dari induksi analisis yaitu sebagai berikut:
1.        Kerja lapangan,
2.        Pengumpulan data,
3.        Pengkodean,
4.        Pengkategorian,
5.        Penyusunan pola/tema/konsep,
6.        Penyusunan struktur yang bersifat narasi dan gambaran yang dapat diwakilkan.     
B.       Penyusunan Data
Mayoritas peneliti kualitatif menerapkan sebuah system untuk pengaturan data-data. Hal itu dapat berupa tipe dari pengumpulan data-data seperti wawancara, observasi, dokumentasi, partisipasi, lokasi, tanggal, dll. Beberapa peneliti masih mengunakan kartu-kartu daftar isi buku yang dapat dengan mudah disusun dengan karakteristik penuh arti.
C.      Pengkodean Data
Pengkodean data-data dimulai dengan mengidentifikasi rangkaian-rangkaian kecil dari data yang berdiri sendiri. Bagian data ini disebut segment, yang membagi satu set data. Sebuah data segmen adalah teks yang dapat dimengerti dan mengandung ide, episode, atau rangkaian dari informasi yang berhubungan . (McMillan&Schumacher, 2010: 371). Langkah – langkah mengidentifikasi pengkodean data-data yaitu sebagai berikut:
  1. Bacalah sebuah data yang dikumpulkan dan tentukanlah data segmen,
  2. Tulislah kode dari data segmen yang telah dipisah,
  3. Tulislah kode - kode itu untuk duplikasi dengan mengelompokkan ke dalam kode - kode utama, kode – kode penting, dan kode – kode kecil,
  4. Tulislah kode – kode itu secara detil dan jelas di samping atau di bawah tiap satu paragraph data segmen.
D.      Pengkategorian Kode
            Kategori – kategori atau tema – tema adalah kesatuan – kesatuan yang meliputi dari pembagian kode – kode. Kategori – kategori mewakili ide – ide utama yang digunakan mendeskripsikan arti dari pengkodean data yang sama (McMillan&Schumacher, 2010: 376). Kode – kode dapat  digunakan lebih darisatu kategori.
Langkah dalam proses coding / kode (Tesch1990:142-145) :
1.    Berusahalah untuk memperoleh pemahaman umum.
2.    Pilihlah satu dokumen (seperti wawancara) yang paling menarik,paling singkat dan paling penting setelah itu direnungkan makna dasarnya.
3.    Buatlah daftar mengenai semua topik yang anda peroleh dari perenungan anda sebelumnya.
4.    Ringkaslah topik menjadi kode dan tulislah kode tersebut dalam ketegori-kategori.
5.    Buatlah satu kalimat/kata yang paling cocok untuk menggambarkan topik yang sudah diperoleh sebelumnya dan masukkan dalam kategori khusus.
6.    Ringkas kembali kategori dan susun kode untuk nya.
7.    Masukkan materi-materi data kedalam setiap kaegori tersebut dan bersiaplah untuk melakukan analisis awal.
8.    Coding-lah kembali data yang sudah ada.
E.       Menemukan Pola
Sebuah pola adalah sebuah hubungan di antara kategori – kategori. Pencarian pola berarti menguji data dalam berbagai cara/ aspek yang berkaitan. Sebuah kategori dapat masuk lebih dari satu pola. Langkah – langkah dalam teknik pencarian pola yaitu sebagai berikut:
1.    Mengukur kepercayaan data dan keakuratan dari sumber – sumbernya,
2.    Menggunakan triangulasi untuk mencari validitas sumber – sumber data dan strategi pengumpulan data.
3.    Mengevaluasi informasi yang berbeda,
4.    Mengurutkan kategori – kategori untuk menemukan pola,
5.    Membuat gambaran yang dapat mewakili dari informasi yang didapat seperti gambar diagram.
Sebuah pola menjadi sebuah penjelasan hanya ketika pola – pola alternatif tidak memberikan penjelasan yang layak tentang masalah penelitian . (McMillan&Schumacher, 2010: 380). Hal – hal yang masuk akal adalah sebuah hal/sesuatu dari pemutusan tentang kualitas dari data dengan pembatasan desain. Hal – hal yang masuk akal itu ditunjukkan dengan mempresentasikan data – data dan kekakuan dari analisis.
F.       Elektonik Qualitative Data Analysis
1.      MAXqda, progaram ini merupakan program berbasis PC yang berasal dari jerman dan dapat membantu peneliti secara sistematis mengevaluasi dan menginterpretasi teks-teks kualitatif.
2.      Atlas.ti, program berbasis PC yang berasal dari jerman juga dapat membantu peneliti dalam mengolah file-file data teks, gambar, audio, dan visual.
3.  QSR Nvivo, program yang berasal dari australia ini menawarkan program software yang terkenal a N6 (atau Nud.ist) yang dikombinasikan dengan concept mapping Nvivo.
4.      HyperRESEARCH, program yang mendukung PC maupun MAC ini, merupakan paket software kualitatif yang mudah digunakan dan memungkinkan peneliti untuk mengcoding, memperoleh kembali, dan membangun teori-teori serta melakukan analisis data. 
G.      Struktur Naratif dan Penyajian
            Penggunaan struktur gaya cerita akan bergantung pada tujuan dari penelitian, desain kualitatif, dan pembaca. Peneliti yang menulis laporan harus mencantumkan hal – hal spesifik seperti jenis pembaca penelitian, persiapan gambaran yang mewakili, dan pengetahuan penulis. Peneliti juga harus menyusun gaya cerita dan bahasa yang dapat dimengerti pembaca. Macam – macam naskah (manuskrip) gaya cerita yaitu sebagai berikut:
1.      Etnografi yaitu gaya cerita yang memberikan deskripsi, analisis, dan penafsiran grup pembagian budaya,
2.      Fenomenologi yaitu gaya cerita yang mempelajari deskripsi tekstual dari pengalaman kehidupan tentang apa yang terjadi dan bagaimana fenomena itu dialami,
3.      Studi kasus yaitu gaya cerita yang mengandung deskripsi, analisis, dan ringkasan – ringkasan naturalistik,
4.      Grounded theory  yaitu gaya cerita yang menekankan sebuah cerita yang bersifat analisis dan deskripsinya dipertahankan untuk yang kedua kalinya sebagai skema teoritis,
5.      Studi yang bersifat kritis yaitu gaya cerita yang termasuk metode penelitian yang berbeda seperti etnografi tetapi bersifat kritis, penelitian etnis tetapi memperjuangkan hak wanita, analisis narasi, penelitian tindakan partisipasi, serta penelitian tindakan
Pertanyan pada saat presentasi :
1.      Tekhnik penulisan interpretasi data:
·  Menggunakan cuplikan dan memvariasikan panjang pendeknya cuplikan tersebut dengan tepat dan sesuai keperluan.
·   Mencatat percakapan yang terjadi selama penelitian dan menyajikan percakapan ini dalam bahasa yang berbeda.
·        Menyajikan informasi tekstual dalam bentuk tabel.
2.      Cara menentukan kesimpulan akhir:
Penelitian itu untuk menjawab permasalahan dan permasalahan itu diletakkan dirumusan masalah,setelah itu pertanyaan pertanyaan penelitian menjawab rumusan masalah tapi itu gambaran umum.
3.      Tips menyeleseikan penelitian kualitatif:
·         Problem dan masalah harus jelas.
·         Apabila terdapat masalah yang besar, batasan masalah itu sangat penting.

Sumber :
Cresswell, J.W. 2009. Research design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. California: Sage Publications.
McMillan, J.H. & Schumacher, S. 2010. Research in Education: Evidence-based Inquiry. New Jersey: Pearson Education.
Tesch,R.(1990). Qualitatif Reasearch: Analysis Types and Soft ware Tools.New York: Falmer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar